Puncak Harapan, 6 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Angkatan XXVII melaksanakan salah satu program kerja (proker) berupa pembuatan papan wicara yang bertujuan memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Papan wicara ini berisi informasi mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai di alam. Mulai dari sampah plastik, kaleng, styrofoam, hingga bungkus makanan ringan yang ternyata membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Melalui papan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan bahaya sampah yang dibuang sembarangan dan terdorong untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga.
Pada tanggal 6 Agustus 2025, tim KKN membuat tiga papan wicara yang dipasang di tiga titik strategis, yakni Dusun Botto Maiwang, Bunga Tanjung, dan Sagona. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan area yang sering dilalui masyarakat, sehingga pesan edukasi dapat lebih mudah tersampaikan.
Program ini disambut baik oleh masyarakat setempat, karena selain memperindah lingkungan desa, papan wicara juga memiliki nilai edukatif yang bermanfaat jangka panjang. Mahasiswa KKN berharap papan ini dapat menjadi pengingat bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan sekali pakai yang sulit terurai.
Dengan adanya papan wicara ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Puncak Harapan, 6 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Angkatan XXVII melaksanakan salah satu program kerja (proker) berupa pembuatan papan wicara yang bertujuan memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Papan wicara ini berisi informasi mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai di alam. Mulai dari sampah plastik, kaleng, styrofoam, hingga bungkus makanan ringan yang ternyata membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Melalui papan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan bahaya sampah yang dibuang sembarangan dan terdorong untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga.
Pada tanggal 6 Agustus 2025, tim KKN membuat tiga papan wicara yang dipasang di tiga titik strategis, yakni Dusun Botto Maiwang, Bunga Tanjung, dan Sagona. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan area yang sering dilalui masyarakat, sehingga pesan edukasi dapat lebih mudah tersampaikan.
Program ini disambut baik oleh masyarakat setempat, karena selain memperindah lingkungan desa, papan wicara juga memiliki nilai edukatif yang bermanfaat jangka panjang. Mahasiswa KKN berharap papan ini dapat menjadi pengingat bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan sekali pakai yang sulit terurai.
Dengan adanya papan wicara ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.